Showing posts with label KAMPUNG INGGRIS. Show all posts
Showing posts with label KAMPUNG INGGRIS. Show all posts

Friday, April 10, 2020

Pengalaman Kursus IELTS di Titik Nol dan Webster Kampung Inggris, band 8 dan lolos lpdp

Artikel ini bukan bermasud membandingkan antara kedua lembaga, melainkan mencoba menceritakan pengalaman penulis ketika kursus IELTS di Kampung Inggris tepatnya di Titik Nol dan Webster.
belajar ielts bersama tutor yang ahli dibidangnya selama di kampung inggris.
Pengalaman kursus IELTS di Kampung Inggris atau Kampung Bahasa, Pare, Kediri.

Sebelumnya, ini merupakan kali ke dua saya datang ke Pare, 2019, untuk belajar IELTS. Pertama saya datang ke sini pada 2018 tepatnya di bulan Agustus.

Mengapa saya datang kembali ke sini? Karena saya sedang mempersiapkan diri untuk daftar real test.

Singkat cerita, karena sebelumnya sudah pernah datang ke sini, so saya tidak kebingungan lagi untuk menentukan tempat kursus mana yang akan saya tuju.

Well, patokan saya ketika memilih lembaga adalah biayanya, mengapa demikian? Selain memang alasan finansial juga faktanya 'biaya' bukan sebagai jaminan dalam menentukan kualitas kursusan di sini, Pare. Jadi mau mahal atau murah materinya sama saja.

Hanya contoh dari teman seperjuangan belajar IELTS, yang sudah belajar di tempat kursus paling mahal di Kampung Inggris, Pare. Hasilnya, dia tetap saja masih dungu dan, setelah keluar dari sana, bukannya langsung daftar real test malah ngambil program lagi di lembaga lain, di tempat barunya bertemulah dengan saya :D

Yang mengalami hal demikian bukan hanya teman saya seorang, pastinya masih banyak lagi dengan pengalaman yang unik tentunya...hehe

Namun demikian, bukan berarti tempat kursus yang mematok harga mahal itu tidak bagus! Sebenarnya, bagus kok.

Cuman, dari sepengamatan saya, mungkin pendekatannya saja yang tidak sesuai kepada si siswa tsb. Metode belajar bisa saja menjadi faktor sangat menentukan keberhasilan siswa ketika belajar. Kalau tidak cocok bagaimana? Calm down, jadikan pengalaman, lalu kursus lagi di tempat lain.

Oke, kembali ke topik kita, saat itu dua kursusan ini menawarkan "program beasiswa" (bahasa akademiknya) aslinya "potongan harga" (bahasa marketingnya) yang dibuka secara bersamaan.

Ketika diterima nanti, pada intinya saya akan mendapatkan keringanan biaya. Webster english course, saat itu memberikan diskon (saya tidak tahu berapa persen) dari harga normal selama 3 bulan, sedangkan Titik Nol english course menawarkan diskon 50% yang relatif lebih murah, selama 4 bulan.

Oya, itu sudah include asrama (camp), kelas dan modul.

Alhasil, pilihan saya jatuh pada Webster dengan berbagai macam pertimbangan. Sekedar informasi bahwa lembaga ini membuka kelas IELTS selama 3 bulan dari beberapa jenjang.

Ketika masuk di kelas IELTS. Persepsi saya tentang tes kemampuan bahasa satu ini terpatahkan!

Saya berfikir, ketika kita sudah memiliki dasar bahasa inggris akan amat mudah untuk menguasai IELTS but it is wrong... it is really difficult!

Bayangin, IELTS itu sifatnya akademik sedangkan les bahasa yang pernah kita ikutin cenderung general atau umum-umum saja. Sobat mampu speaking selama 5 menit dan selalu mendapatkan nilai grammar bagus di kelas, mungkin kelihatannya sudah keren.

Tapi, di kelas IELTS itu masih seperti bocah yang baru belajar bicara. This is fact!

Butuh kerja keras dan disiplin  yang tinggi jika ingin menakhlukkannya! Lalu, bagaimana review saya terhadap dua lembaga ini?

Webster English Course

Di sini kursus IELTS nya akan dibimbing oleh 2 tutor, Mr. Dedi dan Miss Lia, menurut saya mereka sangat berpengalaman dan mengerti seluk beluk ielts itu seperti apa, sebab saya merasakan sendiri proses belajarnya selama di kampung inggris.

Selain itu, tutornya juga sudah memegang band score IELTS yang nyaris sempurna yakni 8.0

Soal kualitas tutor sudah tidak diragukan lagi karena mereka adalah lulusan sastra inggris. Lalu, bagaimana soal materinya?

Agaknya saya pribadi meragukan bukan pada tutornya, namun pada kemampuan saya untuk memahaminya. Ada banyak referensi yang saya dapatkan selama belajar di sini, menurut saya materi-materi ini sangat membantu karena sangking banyaknya tidak semua sempat saya pelajari.

Dari segi tutor dan materi, kalau boleh saya nilai layak untuk 9/10.

Akan tetapi, lembaga ini tetap memiliki kekurangan yaitu dari segi fasilitas yang diberikan yang menurut penulis sangat menghambat ketika belajar.

Seperti apa sih fasilitasnya?

Kursusan ini tidak memfasilitasi meja untuk belajar, sehingga saya serta teman-teman terpaksa bersandar pada lutut ketika kelas listening, reading dan writing. Kebayangkan bagaimana susahnya ketika kelas writing menulisnya tidak di atas meja, begitupun di kelas listening maupun reading. Jadi, kita setiap kelas itu selalu lesehan terus, kalau untuk kelas speaking tidak masalah jika tanpa meja.

Tidak hanya itu, di kelas listening lagi-lagi fasilitasnya tidak memadai yaitu pada sound nya yang sudah tidak layak pakai. Di awal sesi selalu bermasalah dengan kabelnya sound nya dan di tengah sesi yang bermasalah pada loudspeaker nya, melas banget kan...

Dan, lagi-lagi...

Karena kelasnya bermepetan dengan kelas lain jadi keganggu banget dengan suara bising kelas sebelas, terutama ketika mereka lagi kelas speaking.

Menurut saya meskipun Webster berkualitas dari segi tutor dan materinya. Namun, ada banyak yang perlu ditingkatkan dari segi fasilitasnya.

Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi fasilitasnya!

Lalu, bagaimana dengan lembaga yang satunya?...

Setelah menyelesaikan program di Webster selama 3 bulan, 1 bulan program basic dan 2 bulan program IELTS, saya rasa kemampuan saya untuk menghadapi real test masih kurang dan perlu banyak latihan soal lagi. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kelas di tempat lain, kebetulan saat itu Titik Nol sedang membuka kembali program beasiswanya (hampir tiap bulan deh kayaknya). Sehingga lembaga berikutnya yang saya tuju jatuh di tempat ini.

Titik Nol English Course

Awal kelas saya merasa betah dengan suasana sekelilingnya ditambah fasilitasnya yang mendukung untuk proses belajar. Sayangnya, sebagai siswa beasiswa di lembaga ini diwajibkan untuk mulai dari kelas basic.

Lagi-lagi saya harus mengulang kelas dasar.

Di lembaga ini membuka kursus IELTS selama 2 bulan, khusus kelas beasiswa wajib mengikuti kelas selama 4 bulan mulai dari basic lalu intermediate sebelum masuk kelas ielts saat belajar di lembaga ini di kampung inggris.

Setelah menyelasaikan kelas basic dan intermediate akhirnya masuk juga di kelas yang ditunggu-tunggu dan di kelas ini yang ingin saya ceritakan sesuai dengan topik kita.

Untuk tutor IELTS di Titik Nol semuanya sudah pernah ikut real test dan mendapatkan hasil yang memuaskan, kisaran band score 7 - 7.5

Bahkan ada juga tutornya yang dalam masa menunggu keberangkatan study karena menerima beasiswa luar negeri.

Lalu bagaimana dengan belajar di Titik Nol? Apa sesuai ekspektasi?

Pertama, sayangnya tidak semua tutor di sini memiliki pengalaman mengajar hanya lantaran mendapat skor IELTS tinggi akhirnya direkomendasiin untuk jadi tutor.

Sehingga menurut saya itu mempengaruhi pada metode mengajarnya yang cenderung text book. Secara pemahaman materi juga belum terlalu menguasai hanya sebatas umumnya saja yang dipelajarin di IELTS.

Tapi itu tidak semua tutor kok. Buktinya, teman saya yang bukan anak beasisawa di kelas IELTS yang sama diajar oleh tutor yang kompeten dan memiliki pengalaman mengajar yang lumayan. Hmmm, saya rasa ini diskriminatif terhadap kelas beasiswa.

Sebagai anak beasiswa di lembaga ini hampir setiap hari saya mendengar testimoni teman saya tentang tutornya yang banyak bagusnya. Meskipun satu tempat kurus dengan program yang sama, akan tetapi mereka tidak diajar dengan tutor yang sama.

Ada sebuah kata-kata begini, "beda harga beda kualitas"

Karena saya mendaftar pada program beasiswa jadi mungkin pengalamannya agak berbeda dengan teman-teman yang mengambil kelas regular di kelas IELTS, Titik Nol.

Lalu bagaimana dengan fasilitasnya?

Kalau soal fasilitas, overall oke...

Seluruh kelas tersedia meja serta koneksi internet (wifi). Dan, dilengkapin kipas angin yang bukan 'kw.. kw' juga.... Bahkan ada kelas yang memakai AC, saya kelas listening di sini, bisa kebayangkan nyamannya bagaimana.... hehe

Sayangnya, tetap saja di dunia ini tidak ada yang sempurna!

Dari segi tutor, menurut saya kurang terutama dalam memberikan materi. Pada penguasaan materi juga kurang, terkadang waktu sesi tanya jawab tidak cuman sekali jawabannya tertunda dijawab lantaran tutornya harus mencari jawabannya dulu.

Pengamatan saya, mungkin karena belum lama mengajar sehingga mereka butuh waktu untuk beradaptasi. Kayaknya semua tutor di Kampung Inggris awalnya begini deh... hehe

Selanjutnya, dari materi saya rasa kurang lebih saja dengan kursusan yang lain.

Banyak lembaga kursus yang membuka kelas IELTS di Pare menggunakan latihan soal dari Cambridge, rekomendasi 7 - 14. Atau, ada juga yang memakai referensi tambahan dari Barrons.

Kesimpulannya...

Setelah mengikuti kelas IELTS di Webster dan Titik Nol, tetap saja keduanya memiliki plush dan minusnya. Baik itu dari fasilitasnya maupun tutornya.

Intinya "belajar IELTS itu butuh kesabaran," kata tutor saya di Webster. Namun menurut saya konsistensi dalam belajar juga penting. Belajar ielts hanya mengandalkan belajar di kelas tanpa diikuti belajar mandiri di rumah, itu sangat tidak cukup.

Sehingga mengikuti kelas IELST di manapun itu bukan jaminan untuk mendapatkan skor real test tinggi. Faktanya, banyak kok teman-teman yang hanya belajar mandiri di rumah skor ielts nya bagus-bagus tuh kisaran band score 6.5 - 7.5  :)

Kalau dihitung-hitung saya di Kampung Inggris sudah lebih dari setahun. Keberangkatan awal di 2018 belajar selama 4 bulan dan keberangkatan ke dua di 2019 belajar selama kurang lebih 9 bulan, dari yang mulai belajar bahasa inggris dasar banget hingga memberanikan diri ngambil kelas IELST untuk keperluan administratif beasiswa.

Kok lama?

IYA. Karena saya belajarnya dari dasar benar-benar buta huruf tentang bahasa inggris. Jadi sebelum masuk kelas IELTS saya belajar bahasa inggris dari kelas dasar dulu.

Setelah belajar IELTS di dua tempat bagaimana hasilnya?

Hasilnya memberanikan saya untuk ikut real test. Namun, lagi-lagi memang saya harus bersabar. Saya berencana ikut real test pada 4 april 2020 di british council, Jogja. Akan tetapi, karena corona virus yang banyak menular dari bulan Maret lalu hasilnya semua bentuk test baik IELTS dan TOEFL diundur hingga kondisinya normal.

Pada kondisi seperti ini untungnya beasiswa luar negeri yang ingin saya daftar juga diundur deadline nya. Jadi banyak waktu belajar mandiri bukan? hehe

Itulah pengalaman saya waktu kursus IELST di dua lembaga berbeda di kampung inggris... Semoga bermanfaat.

OYA, buat teman-teman pejuang IELTS tetap jaga semangatnya dan jangan mudah menyerah jadikan impianmu atau tujuanmu sebagai motivasi untuk belajar lebih giat lagi. Serta, teruslah berdoa agar dimudahkan dalam proses belajar.

Bagi yang memilih belajar IELST mandiri di rumah jangan khawatir karena ada segudang materi yang dapat dipelajarin, tentunya semua tersedia di internet atau toko buku tinggal dicari.

Saya ada materi ielts untuk teman-teman yang membutuhkan bisa komen di bawah dengan menulis alamat email dan asalnya, nanti materinya akan saya kirim by email.

Wednesday, April 17, 2019

Metode Belajar di Kampung Inggris [Pare]

banyak siswa/i datang ke sini untuk belajar bahasa inggris mereka datang dari berbagai pelosok Indonesia.

Halo, sobat bloggers!

Sebelumnya, saya telah menerbitkan beberapa artikel terkait pengalaman pribadi selama belajar/kursus di kampung inggris. Salah satunya, terkait lembaga kursus yang banyak direkomendasiin di sana.

Jika sobat ingin membacanya bisa klik di sini.

Pada artikel ini, saya kembali menuliskan seputar pengalaman pribadi selama tinggal/kursus di kampung inggris, pare.

Di sana, saya belajar selama 4 bulan di tempat kursus yang berbeda-beda.

Waktu itu saya berangkat dari Jogja menggunakan sepeda motor (sendiri), lamanya perjalanan kurang lebih 6-7 jam (normal) atau 8-10 jam (kalau kena macet). Untungnya perjalanan saya termasuk yang 6 jam itu...wkwk

OYA...

Setelah membuka artikel ini, mungkin sobat salah satu dari sekian banyak orang yang penasaran dengan metode/cara belajar di kampung inggris.

Yang tambah buat pensarannya lagi...

Sobat memiliki teman yang baru saja pulang dari sana, lalu mendengar kalau kemampuan bahasanya sudah jauh meningkat.

Sehingga membuat sobat bertanya-tanya. Lalu, penasaran dengan metode belajar yang dipraktikkan di sana.

Kalau sobat bertanya mengapa siswa/i di sana (kampung inggris) cepat mahirnya? Atau, bahkan, sobat pernah mendengar, bahwa bisa langsung mahir bahasa inggris hanya dengan belajar selama 4 bulan di sana!

Jawabannya, kemungkinan besar "BENAR" karena disebabkan oleh faktor "lingkungan"

Lingkungan lah yang membuat mereka siswa/i di sana dapat menguasai bahasa inggris dengan waktu yang relatif singkat, bahkan dari yang awalnya awam dengan pelajaran tersebut, sekali pulang dari sana begitu lancar bahasa inggrisnya...

Namun, pada artikel kali ini, saya bukan membahas dampak "lingkungan" terhadap pertumbuhan belajar siswa/i di sana.

Melainkan, hanya sebatas "metode belajar" yang digunakan hampir seluruh lembaga kursus di sana.

Terkait soal lingkungan, mengapa besar sekali pengaruhnya, mungkin akan saya bahas pada artikel berikutnya, dengan catatan sobat harus memberi request pada kolom komentar di bawah!!!

OKE...

Saya akan membagi pembahasan kali ini pada 4 metode belajar, dengan merujuk pada 4 program kursus di sana.

Di antara program itu ada program speaking, grammar, vocabulary, dan pronunciation. Dari ke-4 program kursus inilah, yang nantinya akan dikupas tuntas metode pembelajarannya.

Metode belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris [Pare, Kediri]

Jika saya bagikan ke dalam 4 metode ialah sebagai berikut:

1. Program Speaking

Merupakan salah satu program kursus yang banyak diminati oleh siswa/i di sana. Mengapa tidak? Asal sudah bisa cas cis cus ketika ngomong pakai bahasa inggris sobat sudah dianggap jago loh (untuk ukuran indonesia)...wkwk

Adapun metode belajarnya...

Tutor lebih banyak mengajak siswa/i di kelas untuk berani ngomong dulu (tetap pake bahasa inggris yah).

Paling tidak pada tahap pertama perkenalan dulu lah...hehe

Selanjutnya, tutor akan membagi sobat berpasangan dengan lawan jenis, misal pria dengan wanita.

Di situ, sobat akan banyak menunjukkan segenap kemampuan sobat, soalnya teman berpasangan sobat adalah lawan jenis yang baru dikenal, tentu ada sebagian yang malu kan, atau gengsi gitu...wkwk

Sebenarnya sih, tujuannya, mengapa sobat dibagi berpasangan seperti itu, supaya rasa PD untuk berbicara itu diberanikan/ditumbuhkan dulu, meskipun masih belepotan/malu-malu kuci*g.

Soalnya, kunci sukses agar sobat bisa cas cis cus ngomong pakai bahasa inggris adalah harus PD dulu. Kalau engga PD, jangan harap sobat bisa cas cis cus seperti bule di laur sana...wkwk

Jadi hampir setiap pertemuan di kelas, sobat akan selalu dibagi berpasangan dengan lawan jenis. Ketika berpasangan, sobat keluarkan seluruh kemampuan/keberanian sobat untuk berbicara memakai bahasa inggris. Seru bukan?

Setelah selesai, sobat akan diberikan beberapa materi yang dipakai di speaking.

Paling sering sih, sobat akan diberikan kumpulan vocab dan some expressions di dalam bahasa inggris.

Selanjutnya sobat bisa gunakan untuk berbicara, bisa dengan teman lawan jenis, teman sebelah, atau di depan.

OYA, pada kelas speaking di beberapa lembaga kursus ada yang mengadakan debate juga loh...

Selain debate, biasanya akan ada group discussion, yang membahas terkait topik-topik tertentu. Bisa terkait lingkungan sekitar sobat, maupun terkait isu nasional.

Yang, semuanya menggunakan bahasa inggris...hehe

Ada satu lagi nih, di dalam kelas speaking, tentu ada public speaking juga...

Namun, biasanya tergantung dari level kelas yang sobat ambil. Kalau masih level basic, biasa materinya sudah disiapkan, sobat tinggal memahami poin penting di dalam materi tersebut lalu dijelaskan di depan.

Tetapi, kalau sobat levelnya sudah intermediate-ke atas, sobat akan diberikan satu topik tertentu lalu sobat carikan materinya untuk dijelaskan di depan kelas.

Ditambah, akan ada game-nya juga loh yang membuat suasana speaking di program ini menjadi sangat hidup...wkwk

Selain game, ada beberapa lembaga kursus yang juga mengadakan kelas study club. Namun, biasa ini sifatnya fleksibel dan ada juga yang mewajibkan. Intinya, sesi ini juga akan membantu meningkatkan kemampuan bahasa inggris sobat, jadi sangat disarankan untuk diikuti.☺

Di kelas speaking ini, suasanannya benar-benar asyik. Sebab, di kelas ini pertemanan sobat dengan lainnya akan terus tumbuh hingga menjadi sahabat baik (yang ke mana-mana setiap ada A pasti ada B). Tidak menutup kemungkinan, benih-benih cinta juga muncul loh...hahaha

Kesimpulannya, pada kelas speaking, metode belajar yang digunakan intinya sobat didongkrak agar lebih PD. Setelah itu, sobat disistem untuk terbiasa sehari-hari menggunakan bahasa inggris. Dua modal inilah, yang membuat sobat bisa cas cis cus menggunakan bahasa inggris.

2. Program Grammar

Prgram yang tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris sobat...hehe

Tentunya, bagi sobat yang ingin mendapatkan skor tinggi di toefl dan ielts, serta ingin kuliah di luar negeri. Pengetahuan sobat pada pelajaran grammar ini akan sangat bermanfaat dan dibutuhkan banget.

Karena tidak mungkin, jika sobat ingin kuliah di luar negeri. Akan tetapi, pengetahuan grammar-nya masih minim. Lalu, bagaimana nanti ketika sobat diminta presentasi dan bikin makalah, akan sangat belepotan sekali bahasa serta maknanya...haha

Adapun metode belajar di kelas grammar ini, berbeda dengan sobat yang belajar di kelas speaking.

Dari suasanannya, akan terlihat jauh lebih tenang di kelas grammar (mungkin karena sudah pusing ngingat-ngingat rumus kali yah)...wkwk

Jadi di kelas grammar ini, tutor akan lebih aktif mengajak siswa/i-nya di kelas untuk menguasai materi yang terkait dalam kalimat di bahasa inggris.

Yang perlu teman-teman ketahui, bahwa di dalam kalimat bahasa inggris (sentence) bisa dikatakan kalimat kalau memiliki 'subject' dan 'verb'.

Metodenya, tutor akan menuliskan materi di papan tulis, lalu siswa mencatat materi tersebut. Setelah selesai mencatat tutor akan menjelaskan materi tersebut.

Meskipun di awal pertemuan sudah diberikan modul. Namun materi yang ada di modul itu hanya sebagai pegantarnya saja, tentu sobat harus mendapatkan materi tambahan di luar dari modul tersebut.

Materi yang ditulis dan dijelaskan oleh tutor kebanyakan mengandung rumus-rumus di dalalam menyusun sebuah kalimat yang benar (jika digunakan untuk writing) atau berbicara yang benar (jika digunakan untuk speaking).

Selain dijelaskan materinya, tutor akan memberikan latihan terkait materi yang sudah pernah dijelaskan (tenang ini gak akan mempengaruhi nilai kok, hanya sebatas latihan saja).

Biasa latihannya dikerjakan di kelas, atau sebagai PR. Namun kadang ada juga latihan dikerjakan di kelas dan di rumah (PR) alias sobat mendapat dua kali latihan...wkwk

Namun, tenang saja latihan itu hanya untuk mengukur kemampuan sobat dalam penguasaan materi. Nantinya, latihan yang sudah diberikan akan dijelaskan secara bersama-sama oleh tutornya di depan.

Kesimpulannya, pada program grammar ini, siswa akan diajak secara giat untuk banyak latihan dan menyimak secara serius materi-materi di dalam grammar yang sudah pernah diberikan.

3. Program Vocabulary

Sebenarnya di kelas speaking dan grammar, sobat juga akan mendapatkan kumpulan vocab. Namun, jumlahnya tidak sebanyak jika sobat mengambil program vocab.

Kalau ditanya, ngambil kelas vocab itu penting apa engga?

Jawabannya, ialah "penting" bagi sobat yang hapalan vocab-nya masih sedikit dan "tidak penting" buat sobat yang hapalan vovab-nya sudah lumayan atau sangat banyak.

Jika sobat pengetahuan vocab-nya masih sedikit sekali. Maka, apa yang akan sobat gunakan untuk modal speaking? atau sobat gunakan untuk modal writing?

Semakin banyak pengetahuan vocab-nya, akan semakin membantu sobat dalam speaking dan writing. Karena selain percaya diri dan penguasaan grammar, sobat tentu harus memiliki vocab yang banyak.

Di dalam pogram vocab ini, metode belajarnya lebih banyak untuk hapalan kosa kata (vocab). Kalau diukur kurang lebih begini, sesi hapalan 40%, praktek 30%, materi 30%.

Ketika kelas dimulai sobat akan diberikan beberapa vocab, biasanya sih 50/pertemuan, lalu sobat akan diberikan waktu untuk menghapal (kurang lebih 15 menit).

Setelah waktu menghapal selesai, tutornya akan menyuruh sobat untuk mengukur hapalan sobat. Teknisnya, sobat dibagi berpasangan dengan teman sebelah, lalu menyetor hapalan sobat kepada pasangan sobat (secara bergantian). Disesi ini waktu yang diberikan kurang lebih 15 menit juga.

Setelah selesesai, sobat akan dibagi secara berpasangan, lalu diintruksikan menggunakan vocab yang sudah dihapal tadi untuk speaking sobat kepada pasangannya. Gak harus semua vocab sih yang digunakan, setidaknya 5-10 vocab bisa masuk ke dalam topik speaking sobat.

Selanjutnya, tutor akan memberikan materi yang sudah ditulis di papan tulis, bisanya kalau bukan kosa-kata tambahan berarti kalimat ekspresi yang biasa digunakan sehari-hari.

Setelah semua sesi selesai, akan ada game-nya juga loh, yang tidak kalah asyiknya...wkwk

Game-nya masih berkaitan dengan materinya kok...hehe

Kesimpulannya, di program vocab ini berorientasi untuk meningkatkankan penguasaan kosa-kata bahasa inggris sobat, dengan cara seperti di atas.

4. Program Pronunciation

Banyak dari siswa/i di sana yang sedikit sekali mengambil kelas/program satu ini.

Bukan karena program ini engga penting, melainkan karena waktu yang terbatas, sehingga mereka lebih memprioritaskan di program speaking dan gramar/vocab dulu.

Metode belajar di program/kelas pronunciation lebih kepada bagaimana cara pengucapan yang benar. Jadi erat sekali dengan speaking.

Sebenarnya sih, tanpa harus mengambil program pronunciation, sobat sudah dapat mengucapkan setiap kata/kalimat dengan benar, karena  penulis yakin sobat sering kali mendengarkan lagu-lagu/film yang berbahasa inggris.

Sehingga hal itu mendukung banget untuk melatih pronunciation sobat.

Namun, karena pronunciation ini sangat berkaitan erat pada speaking sobat. Maka, sobat perlu pertimbangkan juga mengambil kelas pronunciation.

Adapun metode belajar di kelas ini, sobat akan dihadapkan kembali dengan rumus.

Tenang...

Rumusnya engga sebanyak di kelas grammar kok...hehe

Adapun pegangan wajib yang harus sobat miliki yakni kamus oxford. Karena di beberapa lembaga kursus mewajibkan siswa/i-nya memiliki kamus ini sebagai pendukung di dalam proses belajarnya.

Setiap pengucapan pada kosa-kata yang terdapat dalam kamus tersebut, tidak harus sobat hafalkan kok.

Cukup sobat baca-baca ulang saja, lalu intropeksi pengucapan sobat pada vocab tertentu sudah benar apa belum, jika diukur dari cara pengucapan yang ada di dalam kamus.

Nah, cara pengucapan yang terdapat dalam kamus inilah yang nantinya akan dijelaskan oleh tutor beserta rumus-rumusnya...wkwk

Setiap pertemuan sobat akan diminta untuk mengucapkan sesuatu, bisa salah satu kata dan bisa pula kalimat. Cukup diucapkan biasanya kata/kalimatnya sudah terdapat di papan tulis atau disuruh buka kamus (sobat tinggal membacanya saja).

Meski hanya tinggal membaca, faktanya masih banyak juga loh yang salah pengucapannya, terutama yang lidahnya masih khas dengan logat asalnya.

Pada intinya di kelas ini, lidah sobat akan dilatih untuk terbiasa mengucapkan kata/kalimat dengan benar (tidak harus mirip bule-bule juga sih).

Namun, kalau pronunciation-nya sudah mahir, nanti ketika sobat speak di depan bisa mirip-mirip bule gitu loh (sebelas duabelas gitu lah)...haha

Perlu teman-teman ketahui, kelas pronunciation ini tidak kalah serunya dari kelas speaking.

Waktu mengambil kelas ini, kebetulan saya mendapat tutor yang super duper asyik. Jadinya, setiap di kelas bawaannya ketawa mulu hanya karena mendengar beberapa teman yang memiliki pengucapan yang khas dengan bahasa daerahnya...wkwk

Kebayang bukan serunya?

Kesimpulan akhirnya, antara program/kelas speaking, grammar, vocabulary, dan pronunciation itu semua saling berkaitan satu sama lain. Jadi, apabila sobat masih punya banyak waktu di sana, tidak ada ruginya untuk mengambil ke-4 program tersebut.

Toh...

Pada akhirnya semua itu akan bermanfaat untuk sobat gunakan.

Salah satunya, mungkin ketika sobat akan interview kerja/beasiswa yang menggunakan bahasa inggris.  Namun, karena sebelumnya sobat sudah belajar speaking, grammar, vocab, dan pronunciation.

Jadinya interview tersebut sedikit mudah bagi sobat...

Dan, bisa saja si interviewer-nya ini, yang menjadi standar penilaiannya adalah bagian pronunciation...hehe

Semuanya akan saling berkaitan bukan?

Semoga bermanfaat.

Sunday, April 14, 2019

5 Lembaga Kursus di Pare yang Banyak Direkomendasikan [2020]

berikut adalah 5 lembaga kursus di pare yang paling banyak direkomendasikan oleh banyak senior...

PADA liburan sekolah atau semester, banyak siswa/i yang tengah mempersiapkan diri untuk pergi belajar bahasa Inggris di Pare, Kediri.

Besarnya niat siswa/i tersebut untuk datang ke kampung Inggris (sebutan lain yang lebih popular), membuat mereka mencari segenap informasi terkait apa-apa saja yang ada di sana.

Mulai dari informasi kursus seperti lembaga kursus, program kursus, jadwal kursus, hingga info terkait biaya hidup dan kebiasaan yang ada di pare itu sendiri.

Baca juga;  biaya hidup di kampung inggris

Biasanya media informatif alternatif bagi mereka (siswa/i) yang belum pernah ke sana, bersumber dari artikel yang banyak bertebaran di internet, mulai dari blogger, situs berita, dan youtube.

Namun, apakah informasi tersebut masih relevan dengan situasi/kondisi saat ini.

Maka jangan salah banyak dari siswa/i di sana ketika baru pertama kali ke sana mengatakan salah tempat kursus hingga salah ngambil program kursus.

Mungkin, waktu mencari informasi yang bersumber dari internet kamu tidak melihat tanggal postingan informasi tersebut, sehingga kamu menganggap kalau apa yang diberitakan akan sama dengan situasi yang ada di lapangan saat ini.

Padahal, tidak!

Jika ingin mendapatkan informasi yang lebih akurat, usahakan informasi yang kamu baca tidak lewat dari 6 bulan dari waktu terbit atau perbaharui.

Dan, meskipun blog/situs yang kamu baca berada di halaman pertama Google, tetap saja belum tentu menjamin keakuratan informasi.

Justru jika ingin mendapatkan informasi yang benar-benar akurat tentang pare, kamu bisa mencaritahunya kepada teman yang sudah pernah belajar di sana. Namun, jika belum ada kenalan yang pernah ke sana, tentu informasi dari internetlah solusinya.

Intinya kamu perlu selektif saja dalam menyaring informasi yang beredar di internet terutama terkait pare atau kampung inggris, jangan sampai terjebak dengan artikel marketing.

Oya...

Saya sendiri sudah pernah kursus di sana, lebih dari 1 tahun penulis habiskan waktunya belajara bahasa inggris.

Dulu pas awal datang saya tidak langsung mendaftar kusus. Namun sepanjang hari saya selalu mencari informasi di masing-masing lembaga kursus, kurang lebih selama 2 minggu.

Boleh dibilang sembari mempelajari lingkungan serta kebiasaan siswa/i di sana.

Sebenarnya, sebelum datang ke Pare, saya sudah punya list tersendiri terkait lembaga kursus mana yang akan saya masuki.

Namun, dari informasi kawan saya yang lebih dulu kursus di sana. Saat saya ajukan daftar lembaga kursus tersebut kepadanya. Dia malah diam, intinya, baginya no recommended lah.

Lantaran tempat kursus yang sudah saya list tersebut dinilai kurang berkualitas.

Setelah lumayan lama tinggal di pare (masuk bulan ke tiga), apa yang dikatakan kawan saya tentang lembaga kursus yang saya list sebelumnya, memang benar kurang memuaskan untuk belajar di lembaga tersebut.

Informasi itu saya dapatkan langsung dari siswa/i di sana (ketika tengah asyik mendiskusikan lembaganya di kedai kopi) serta dari para alumninya yang berkata demikian.

Kembali ke topik, akhirnya karena posisi sudah lama di pare, saya menemukan lembaga yang memang cocok buat saya.

Singkat cerita, selama belajar di kampung inggris, sudah 7 lembaga kursus yang saya masukin.

Jujur saja pertama datang saat itu kemampuan bahasa Inggris saya NOL. Karena pelajaran bahasa inggris ini paling tidak saya sukai sejak SMP.

Hal itu membuat saya jadi gengsi dengan teman-teman di kelas, disatu sisi, saya baru lulus kuliah saat itu. Tentu gengsi dong, kalau sampai kalah dengan anak-anak SMA/SMK yang sudah cas cis cus ngomong pake bahasa Inggris.

Hingga perlu saya akui bahwa kursus di sana membawa perkembangan signifikan pada diri saya.

Lalu...

Lembaga kursus di pare yang banyak direkomendasikan itu apa-apa aja?

Di bawah ini sudah saya buatkan daftarnya berdasarkan 2 kategori yakni spesialis grammar dan speaking.


5 lembaga kursus di pare yang banyak direkomendasikan

Adapun 5 lembaga kursus tersebut di antaranya;

1. Kresna English Language Institute

Biasa disebut Kresna, merupakan salah satu lembaga kursus yang dianggap oleh siswa/i di sana memiliki metode mengajar grammar yang baik, atau tempat kursus dengan spesialis grammar.

Oya...

Di satu sisi biaya kursusnya juga murah banget loh, bisa dikatakan paling murah di pare. Hanya 55.000 saja kamu sudah dapat masuk di salah satu program, durasi belajar selama 2 minggu.

Saya termasuk jebolan Kresna, saya masih ingat banget telah menamatkan level Hp 1 - 9 hingga academic writing.

2. Elfast

Lembaga kursus satu ini muridnya banyak banget, karena merupakan salah satu lembaga favorit di sana.

Kata teman yang pernah belajar di sana, bahwa elfast merupakan lembaga unggulan untuk belajar grammar.

Terus dia bilang, biasanya mendekati awal periode (10 & 25) sudah banyak kelas yang tutup lantaran telah melebihi kuota, dan memang banyak banget peminatnya.

Singkat cerita, elfast merupakan lembaga kursus dengan spesialis grammar.

Lalu bedanya dengan Kresna, kalau menurut saya hanya di biaya programnya aja sih, yang lebih murah di Kresna.

Namun kalau dibandingkan dari segi fasilitas, saya acungi jempol untuk elfast.

Sebagai hiburan, kata teman saya yang kursus di elfast waktu sedang menemani saya ke ruang office elfast, kata dia "kamu kalau mau cari cewek cantik kursusnya di sini aja". :D

Saya pun jadi berpikir berulang kali untuk kursus di elfast...hehe

3. Mahesa Institute

Sama dengan kresna dan elfast kalau di mahesa institute merupakan lembaga dengan spesialis grammar.

Sebetulnya imbuhan kata "spesialis'' kepada lembaga tertentu itu hanya dibuat oleh siswa/i yang ada di sana, ketika mereka merasakan sendiri suasana belajar di lembaga tersebut.

Saya sendiri termasuk jebolan di kelas grammar-1 mahesa.

Oya...

Untuk akreditasi sebagai lembaga pendidikan non formal di mahesa itu nilainya ''A'' loh. Jarang-jarang lembaga kursus di sana yang memperoleh akreditasi A, mayoritas dari pengamatan saya sih "B".

Memang sih soal akreditasi itu bukan pilihan prioritas untuk belajar di lembaga tersebut. Akan tetapi,sertifikatnya kan lumayan tuh dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki penilaian sangat baik.

4. The Daffodil

Lembaga selanjutnya merupakan salah satu tempat kursus dengan spesialis speaking.

Pernah di warung makan An-Nur, merupakan warung makan prasmanan edisi ngirit, sepulang dari kelas saya singgah di warung itu.

Ketika selesai mengambil makan saya pun duduk di samping sekumpulan siswa/i yang asyik makan sembari ngobrol.

Saat itu mereka tengah asyik bercerita soal kursusan (merupakan topik yang selalu dibahas berulang kali setiap ngumpul, oleh siswa/i di pare, termasuk saya wkwk).

Intinya, dalam obrolan mereka, siswa tersebut tengah memuji-muji lembaga kursusnya yakni daffodil.

Saya menyimak dengan baik isi percakapan mereka, bukan karena saya nguping, namun jaraknya dengan mereka yang cukup dekat.

Saya ingat betul dalam satu segment salah satu dari mereka bercerita, "speaking di Daffodil mantap betul, tutornya juga bagus mengajarnya".

Selain itu, teman satu kost saya yang merupakan jebolan daffodil juga bercerita hal yang sama dengan kumpulan siswa tersebut. Yang intinya, dia memuji-muji metode yang dibawa oleh tutor, beserta materi yang diberikan itu tidak monoton seperti di sekolah formal.

Oya...

Awal tinggal di pare, saya sebenarnya ingin mendaftar di sini. Namun kelasnya selalu penuh terus.

Apabila ingin mendaftar usahakan H-7 ke sini, kata petugas office-nya. Soalnya banyak siswa/i yang sudah mendaftar via telepon dan melakukan pembayaran via transfer.

5. Peace

Lembaga kursus peace, merupakan lembaga yang juga banyak diminati oleh siswa/i di sana.

Pernah 2 orang kawan saya, hendak mendaftar program speaking di peace, seingat saya saat itu mereka mendaftar sekitar H-2 sebelum periode dimulai. Ternyata, kelas speaking-nya sudah penuh semua, yang tersisa hanya kelas listening for speaking.

Alhasil, mereka berdua mengambil kelas listening for speaking.

Selain mereka, teman sekelas saya waktu di grammar-1 mahesa, banyak yang ke peace untuk mengambil program speaking.

Informasi tambahan kalau di peace tutornya full english, jadi jangan kaget ya jika tiba-tiba sudah diajak ngomong pakai bahasa inggris.

Saya sendiri merupakan jebolan peace dan telah menyelesaikan program speaking-nya hingga level pre aktive speaking.

Waktu belajar di peace terasa cepat banget karena memang tutornya asyik dan aktif kepada siswa/i-nya sehingga di kelas terasa menyenangkan.

Lalu bedanya dengan speaking di daffodi apal, menurut saya, hanya berbeda di harga saja.

Program speaking di daffodil relatif lebih mahal daripada di peace.

Menurut saya sih wajar, karena fasilitas di daffodil relatif lebih mewah daripada di peace. Yang mana setiap kelasnya dilengkapi dengan AC, sedangkan di peace hanya kipas gantung. :D

Terakhir yang mau saya katakan, bahwa 5 lembaga kursus di atas merupakan lembaga yang banyak direkomendasikan, tidak hanya dari saya, juga dari siswa/i yang pernah atau sedang belajar di pare.

5 lembaga di atas, merupakan lembaga yang dianggap memiliki metode belajar yang berkualitas, maka wajar bila mereka menyebutnya sebagai lembaga spesialis speaking (the daffodil dan peace) dan spesialis grammar (kresna, elfast, dan mahesa).

Menurut saya, selain 5 lembaga kursus di atas, sebenarnya masih ada beberapa lembaga lainnya yang patut menjadi pertimbangan.

Seperti di Basic English Course (BEC), cocok untuk kamu yang memiliki waktu luang panjang. Merupakan lembaga kursus pertama di Pare. Founder-nya, yakni Mr. Kalend yang merupakan penggagas pertama kursusan bahasa di sana.

Sistem belajar di BEC mewajibkan seluruh siswa/i belajar selama 6 bulan. Dan, setiap awal pendaftaran, BEC selalu penuh.

Teman saya, yang saat ini masuk di sana bercerita, setidaknya kalau mau daftar di BEC agar datang lebih dulu sebelum office-nya dibua.

Jadi, saat itu dia sudah datang usai sholat Subuh, ternyata ketika sampai di sana sudah banyak sekali siswa yang menunggu di gerbang.

BEC sendiri menerima siswa/i setiap periodenya hanya 400 orang. Terdiri 200 siswa dan 200 siswi. Selain itu, kursusan ini hanya menerima calon siswa yang mendaftar langsung ke tempat.

Oya...

Selain lembaga kursus di atas, sebenarnya masih ada lagi lembaga yang banyak direkomendasikan. Seperti lembaga dengan spesialis TOEFL dan IELTS.

Jadi ada 3 lembaga yang banyak direkomendasikan jika sobat ingin mengambil pre TOEFL atau IELTS.

Sekian...

Semoga bermanfaat.

Friday, April 12, 2019

Biaya Hidup di Kampung Inggris, ternyata borosnya di sini?

ternyata segini biaya hidup di kampung inggris terlalu boros pada bagian...

BANYAK teman-teman yang mencari informasi tentang biaya hidup di kampung inggris. Maka akan saya share secara rinci soal biaya yang wajib kamu keluarkan selama di sana.

Oya...

Artikel ini berisi pengalaman pribadi ketika lebih 1 tahun belajar bahasa inggris di sana, pare.

Baca juga;  5 lembaga kursus di pare yang banyak direkomendasikan

Pada umumya biaya hidup di kampung inggris tidak lah mahal, bahkan sangat murah.

Mungkin bagi sebagian orang berpikir kalau murah itu relatif karena bisa saja sebagian orang mengatakan murah, sedangkan sebagian orang lagi berkata mahal lantaran keuangannya pas-pasan.

Oke, saya anggap pernyataan tersebut benar.

Karena memang realitanya seperti itu.

Jadi saya akan membuatnya menjadi lebih jelas, dengan berdasarkan pengalaman pribadi.

Mari disimak...

Banyak siswa/i yang ada di sana, mayoritas, berpendidikan SMP-SMA/SMK hingga yang baru lulus sekolah.

Terus banyak dari lembaga kursus di sana, setiap akhir periode mengadakan event salah satunya liburan ke tempat wisata. Antara lain ke Bromo, Kawah Ijen, Borobudur, dll.

Tidak sedikit juga paket wisata yang bertebaran di sana (kalau yang ini sangat menggiurkan bagi siswa/i di sana terutama menjelang akhir periode, jadi seakan dibuat semacam moment perpisahan gitu dengan teman sekursusan).

Ditambah lagi, ada berderet warung kopi mulai dari yang ekonomis hingga kelas elite.

Ditambah sistem belajar di kampung inggris yang mana tidak ada kegiatan kursus/belajar di hari sabtu-minggu.

Jadi maksud saya, dari lima pragraf di atas, salah satu alasan yang membuat siswa/i di sana itu menjadi banyak pengeluaran, alias boros, adalah kebanyakan liburan.

Memang sih kalau dihitung-hitung tidak seberapa jika dibandingkan dengan uang makan sebulan, tetapi, pengeluaran yang dihabiskan bisa setengah dari uang makan bulanan loh, bahkan bisa lebih.

Alasan saya menulis dengan pengantar seperti itu, saya hanya ingin meluruskan niat teman-teman yang ingin pergi ke sana hanya untuk belajar (mendalami bahasa inggris), tidak lebih.

Kalaupun merasa butuh liburan dengan alasan padatnya jadwal belajar, sehingga butuh suasana refresh.

Kamu bisa kok sesekali liburan ke luar di akhir bulan atau di akhir kepulangan kamu ke daerah asal, namun tidak setiap pekan. Karena apa? Hal inilah yang membuat pengeluaran menjadi kian bengkak.

Belajar dari pengalaman pribadi, saat itu saya baru saja lulus kuliah. Awal kursus, saya bertemu dengan teman-teman satu kelas/kursusan yang dominan anak SMA atau yang baru saja lulus sekolah.

Sehingga setiap akhir pekan tidak sedikit dari mereka mengajak saya untuk liburan.

Awalnya saya maklum, karena sebagian dari mereka masih SMA dan sebagian lagi baru lulus sekolah.

Mungkin dengan berlibur ke luar dapat membuat mereka menjadi refresh kembali. Disatu sisi, kebanyakan dari mereka berasal dari luar pulau dan luar provinsi Jawa Timur.

Jadi mumpung di Pare tidak ada salahnya menjelajah daerah wisata yang dekat dengan Kediri.

Kesimpulannya...

Bagi kamu yang memang memiliki uang jajan secukupnya, supaya tidak tergiyur dengan ajakan teman-teman satu kursusan.

Seperti seringnya ajakan liburan, nongkrong, hingga keluyuran tak jelas.

Btw...

Saya punya satu cerita terkait dengan hal ini, saat masih di Pare saya memiliki seorang teman dari Madura.

Beliau merupakan siswa paling tua di kelas, bahkan kalau dibandingkan dengan tutor kami, dia lah yang paling berumur.

Di sisi lain, dia juga sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak.

Alasan dia kursus, tidak lain karena tuntutan kerja yang mewajibkan dia harus bisa berbahasa inggris.

Singkat cerita, kami berteman baik, dan dia sering juga bertanya kepada saya terkait pelajaran di kelas.

Namun...

Apa yang terjadi?

Selama sebulan di Pare, dia sama sekali tidak mendapatkan apa-apa.

Jangankan untuk memperkenalkan diri dalam bahasa inggris, untuk berhitung 1-10 dalam bahasa inggris saja dia masih belum bisa.

Akhirnya, selama sebulan dia kursus, tidak satupun materi yang ia tangkap (saat itu kami berada dalam program/kelas speaking, pronunciation, dan vocabulary).

Lalu, apa penyebabnya?

Selama kursus ia sering keluar dengan teman-teman sekursusan untuk nongkrong di kedai kopi, hal ini hampir rutin tiap malam ia lakukan. Akhir pekan, ia juga pergi liburan dengan teman-temannya.

Saat bertemu dengan saya, ia bercerita, bahwa selama ia di Pare sudah banyak uang yang dia keluarkan (intinya boros), seketika itu pula saya kaget.

Kata dia, "Mas, awakku baru satu minggu setengah dok kene wis entek rongjuto, entek nggo kumpul ro arek-arek".

Saya berpikir uang sebanyak itu seharusnya bisa dia gunakan untuk biaya kursus, dan uang makan selama sebulan, bahkan menurut saya masih sisa.

Lalu, dia pamit dengan saya, jika dia ingin balik ke kampung dan menyudahi kursusnya di Pare.

Saya pula merasa sedih karena usaha dia belajar bahasa inggris selama di Pare, hasilnya sia-sia.

Semoga apa yang terjadi pada teman saya saat ini, bisa menjadi pelajaran kepada teman-teman yang mau atau sedang kursus di sana. Teguhkan niat awal untuk belajar!

Kesimpulan ke dua dari cerita saya...

Bahwa untuk biaya hidup (uang makan, uang kost/camp per bulan, dan uang sewa lain-lainnya termasuk biaya kursus) itu tidak lah mahal.

Justru yang membuat pengeluaran menjadi bengkak, jika uang jajan bulanan dipakai untuk nongkrong di kedai kopi setiap malam, ditambah apaila kamu sering bepergian ke luar, ke batu malang bareng someone, mungkin...

Mungkin, bagi siswa yang memiliki uang jajan lebih hal itu bukanlah masalah. Namun akan berbeda pada siswa/i yang uang jajannya hanya pas-pasan.

Oleh karena itu, selama tinggal di kampung inggris kamu perlu pintar-pintar dalam memanage pegeluaran, syukur kalau uang jajan masih bersisa di akhir bulan...hehe

Adapaun biaya yang perlu kamu keluarkan selama belajar di sana telah saya rinci seperti di bawah ini.

Biaya hidup di kampung inggris

  1. Biaya kursus (55 ribu - 300 ribu). Harga tidak menentukan kualitas dari lembaga kursus. Jadi, sebelum mendaftar kursus rajin-rajinlah untuk mencari informasi masing-masing lembaga kursus yang akan kamu tuju. Carilah lembaga kursus yang berkualitas, bagus dari sisi pengajarnya, materi, hingga fasilitas yang diberikan.
  2. Uang makan (5 ribu - 10 ribu/sekali makan) sudah termasuk makan dan minum air putih/es. Rata-rata setiap warung menawarkan harga yang berbeda-beda. Jadi, tergantung makannya di mana, dan menunnya apa.
  3. Uang kost/camp (250 - 500 ribu). Fasilitas sudah lengkap, mulai dari kasur, bantal, meja, lemari, wi-fi, listrik, ada juga yang menyediakan TV untuk umum.
  4. Sewa sepeda (50 - 100 ribu). Apabila jarak antara kost/camp ke lokasi kursus terasa jauh maka dapat menyewa sepeda. Di satu sisi aktivitas bersepeda menyehatkan bukan?
  5. Biaya lain-lain (100 - 300 ribu/bulan). Seperti peralatan mandi, dan seterusnya.
Sehingga kalau ditotal kurang lebih pengeluaran kamu selama di pare 1.800.000 (maksimal) dan 810.000 (minimal).

Atau begini...

Biaya hidup keseluruhan di sana mulai 810.000 hingga 1.800.000 dalam sebulan.

Jadi segitulah biaya keseluruhan yang akan kamu keluarkan selama kursus di sana. Jika ada pertanyaan lainnya, apapun itu terkait kampung inggris bisa tulis di kolom komentar.

Semoga bermanfaat.